Senin, 16 November 2020
Memotong kuku pun ada adabnya
Minggu, 01 November 2020
Ya Rasululloh
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku tatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kena pancaran ketenaganmu
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku kecup tanganmu
Moga mengalir keberkahan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya rasululloh ya habiballih
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya rasululloih ya habiballoh
Kami rindu padamu
Allohumma sholli ala Muhammad, Ya ra robbi sholli
alaihi wasallim
(Raihan)
Syahdu nian mendengar lantunan dari grup nasyid Raihan Malaysia ini. Liriknya menggugah jiwa – jiwa nan kerdil dan
miskin pengamalan sunnah ini. semakin diselami perjalanan kisahmu ya
nabiyulloh, maka semakin diri ini merasa jauh dari nilai- nilai akhlak yang kau
contohkan.
Akhlakmu yang bagaikan Alquran berjalan begitu
Sayyidina Aisyah menuturkan, maka tak bisa dipungkiri engkaupun di percaya tak hanya para sahabatmu wku itu
bahkan oleh para musuhmu pula. Bagaimana kami bisa meneladani segala perangai
mu yang mulia, sedangkan kami masih suka
memilah dan memilih yang kami sukai. Nah bagaimana pula kami bisa ittiba` padamu ya rasul, sedangkan kami
masih menutup sebagian hati kami sehingga tidak terbuka lebar utuk mengamalkan
sunnahmu.
Kami merasa malu ya rasul, ingin di akui
sebagai umatmu namun kami masih tak jua bertekad meneruskan perjuanganmu. Kami
malu pula ya rasul , ingin mendapat syafaatmu, tapi kamipun jarang mengamal
sholawat atasmu.
Wahai rasululloh bila ingat kisah perjuanganmu menegakkan dien
ini, maka kutahu betapa besar pengorbananmu. Torehan sejarahpun tak mampu menggambarkannya.
Izizn kan kami mendapat syafaat mu kelak di yaumil akhir.
Selasa, 27 Oktober 2020
Sebuah Puisi: Ya Rasululloh
pict: by google
Ya
Rasululloh….
Manusia Agung
kekasih ilahi
Manusia
pilihan dengan wajah berseri
Bagaikan purnama
di malam hari
Yang terus
bersinar menyinari bumi
Ya Rasululloh…..
Dalam Mengenangmu
menyusuri lembar sejarah nang agung
Kami sadari
Betapa pahit dan getirnya engkau berjuang
Membawa
cahaya kebenaran yang terang
Untuk umatmu
yang kadang lalai dan terlalu bersenang-senang
Ya
Rasulalloh…
Engkau menaburkan
benih cinta kepada kami
Melalui pengorbanan
yang tak kenal henti
Melalui derita
yang luarbiasa kau alami
Demi tertegaknya
dienul islam tercinta ini
Ya
Rasulalloh…..
Tergambar akhlakmu
nan indah
Seperti Alquran
suci nan berkah
Segala tindakan
dan perbuatanmu adalah sunnah
yang
menjadikan islam menjadi indah nan penuh izzah
Ya
Rasullalloh….
Kami kan
coba mengamalkan sunnahmu
Kami kan
sambung segala perjuanganmu
meskipun
kami sering jatuh pada dunia yang semu
namun terimalah
kami sebagai umatmu
Minggu, 25 Oktober 2020
DAN SURGA ITU ADALAH IBUKU
Sebening
tetesan embun pagi
Secerah
sinarnya mentari
Bila
ku tatap wajahmu ibu
Ada
kehangatan di dalam hatiku
Air
wudhu selalu membasahimu
Ayat
suci selalu dikumandangkan
Suara
lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa
untuk putra putrinya
Oh
ibuku engkaulah wanita
Yang
ku cinta selama hidupku
Maafkan
anakmu bila ada salah
Pengorbananmu
tanpa balas jasa
Ya
Allah ampuni dosanya
Sayangilah
seperti menyayangiku
Berilah
ia kebahagiaan
Di
dunia juga di akhirat
NASYID
: by Sakha
Mendengar lantunan nasyid by
Sakha, kembali membuncahkan perasaan sedih kala mengingat bagaimana perjuangan
dan pengorbanan ibu. Apalagi dikala Hujan rintik membasahi bumi Nya ini, maka
semakin lengkaplah mengajak ku mengingat kembali masa kecilku yang penuh kenangan.
Sungguh ini menjadi sebuah sajian epik yang membuatku tak kan pernah mau
melupakan kenangan indah itu. Iya kenangan bersama ibuku.
Aku yang Alloh takdirkan menjadi
anak terakhir dikeluargaku. Dan ternyata peristiwa kelahiranku menjadi
kelahiran yang paling sulit dan paling sakit dibandingkan dengan saudaraku.
Betapa ku tak bisa menahan air mata jikalau ayah dan ibuku bercerita tentang
hari lahirku. Bukan cerita letihnya, payahnya, lelahnya aku dibawa kemana-mana,
ke pasar untuk belanja, karena ibuku pedagang, juga ke ladang dengan kondisi
panas nan terik. Namun ayah terutama lebih sering bercerita Disaat hari tiba
kelahiranku, ibu kesakitan amat sangat, karena susahnya mengeluarkan aku dengan
ukuran BB ku diatas rata-rata bayi normal pada umumnya. Tidak bisa bayangkan,
betapa perjuangan ibu saat itu luar biasa antara hidup dan mati, hingga yang
menolong kelahiran bayi pun angkat tangan. Akhirnya ayahpun memutuskan untuk
menbawa ke rumah sakit. Namun Alloh menakdirkan ku lahir dirumah, mobil yang
akan membawa ibuku datang ternyata perjuangan tanpa lelah ibuku mampu mengeluarkan
bayi besar itu yaitu aku. Ya Rabb…..nyesek L
Ah… ketika aku jadi ibupun
semakin membuat aku merasakan betapa perjuangan melahirkan anak itu nyawa
taruhannya. Seorang manusia normal hanya mampu menahan rasa sakit hingga sekala
45 Dels (skala sakit). Selebihnya ia
bisa pingsan karena tak mampu menahan sakit yang berlebih. Namun Saat
melahirkan, seorang ibu rata-rata mengalami sakit dengan skala sampai 57 Dels. Artinya apa? Perjuangan dan
pengorbanan mereka sangatlah hebat hanya untuk melahirkan anak-anaknya. Ya Alloh …..memang layak lah dia disebut
pahlawan.
Belum lagi perjuangan beliau
ketika membesarkan kami, jika ku mengingatnya kembali. Ya Alloh …. Makanya benarlah Kau titipkan surga itu ditelapak
kakinya. Ia yang tak kenal lelah mendampingi tumbuh kembang kami, ia yang tak
pernah payah membekali ilmu kepada kami bertiga dengan segala daya upaya nya.
Terutama aku, diantara kakak-kakak ku aku merasa akulah yang paling merepotkan
ayah dan ibuku. Bagaimana tidak biaya yang ditanggung mereka untuk
menyekolahkan aku hingga bisa kuliah di 2 universitas negeri tentu tak sedikit.
Paling aku ingat saat aku pulang pekanan dari kos ku, ibu adalah orang yang
paling sibuk menyiapkan makanan kesukaanku. Hingga saat ini meskipun aku sudah
berkeluarga. Dan iapun paling sibuk menanyakan esok berangkat balik ke kampus
butuh biaya berapa. Dan kalaupun tidak ada berusaha mengadakan dan tenang
dihadapanku. Ya Alloh....nyesek lagi
kalo ingat ini. Kembali jika mengenang
perjuangan beliau maka Jikalaupun ada jutaan tinta yang siap untuk dipakai
menulis bagaimana perjuangan ibu bersama ayah maka aku tak akan mampu
menulisnya.
Ibu, sesungguhnya engkau
adalah syurgaku. Aku masih belum ber birrul
walidain dengan ihsan (baik)
kepadamu juga ayah. Aku haqqul yakin ketika aku berbakti
kepadamu ibu dan juga ayah maka sebenarnya aku sedang membangun dan membuka
jalan ke syurga. Masih hangat diingatanku bahwa sesungguhnya keridhoan Allah
SWT itu ada pada ridhonya ayah dan ibu, dan kemurkaan Allahpun ada pada
murkanya engkau wahai ibu.
Alloh terus mengingatkan aku
terus, didalam agamaku pengulangan perintah berbakti kepada mereka digandengkan
dengan ayat perintah untuk mentauhidkan Nya. Tentu ini menunjukkan begitu pentingnya kedudukan
berbakti terhadap mu ibu da juga ayah. Sebagaimana Alloh mengingatkan dalam firman Nya :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra’: 23)
“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”. (An-Nisa’:36).
Dan sungguh ini menjadi
catatan penting dalam perjalanan hidupku. Bahwa aku harus benar-benar
mengutamakan bakti ini padamu ibu dan juga ayah. Bahkan kemarin baru ku dengar
seorang berbicara bahwa durhaka itu termasuk dosa paling besar urutan kedua,
maka jikalau kau tidak melakukan ibadah wajib maka batalkan ibadah sunnah mu
untuk sekedar menjawab panggilan ibu. Ya Alloh padahal kadang masa kecilku
termasuk aku suka cuek jika ibu panggil. Dan Rasululloh panutanku pun juga
mengisahkan juga menyampaikan seperti ini:
Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu,
beliau bertanya kepada Nabi:
يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ
، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ
، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ
“wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak
aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi
menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi
menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al
Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).
Betapa hadist tersebut
diatas menempatkanmu ditempat yang mulia ibu. Alhamdulillah Alloh karuniakan engkau umur yang panjang hingga kini
kau masih membersamai kami, insya Alloh kami akan menjaga engkau ibu dan juga
ayah. Sesungguhnya engkaulah pahlawan itu ibu dan juga ayah. Kasih sayangmu tak
lekang oleh teriknya matahari, namun kasih sayang kami yang masih sepanjang
galah ini semoga akan terus kami semai. Karena sesungguhnya juga letak
kebarokahan Alloh itu ada padamu ibu. Masya
Alloh,. Semoga Alloh kelak mengumpulkan kita dijannahNya yang paling
tinggi. Amien
Puisi : Tentang Pandemi
Tentang pandemi
Dan sebuah ketidakpastian
Kapan ia kan berakhir
Kapan ia kan lepas menjadi hantu buat manusia
Tentang pandemi
Sebenarnya kami harus banyak di rumah untuk siaga
Tapi apa daya
Kebutuhan ekonomi mulai mendera
Mengajak kami kembali ke gelanggang arena
Tentang pandemi
Sebenarnya Allah siapkan hikmah
Disertai rahmat yang melimpah
Tapi sedikit dari kita yang sadar sesuatu yang berkah
Sehingga kita merasa aman diluar rumah
Tentang pandemi
Sungguh kami berdoa
Agar ia pergi menjauh dari dunia
Dan tak kembali lagi menyapa kami semua
Tapi entah kapan ia kan benar-benar pergi menjauh kesana
Tentang pandemi
Sebenarnya kami sudah lelah dan bosan
Tapi kami coba berikhtiar dan bertahan
Di tengah ketidakpastian
Kapan ia kan pergi menjauh dari kehidupan
Kamis, 22 Oktober 2020
SAAT HUJAN DATANG
Derasnya hujan
menghampiri diri
Membawa diri
kembali kepada berjuta mimpi
Yang pernah
terukir didalam hati dan juga sanubari
Ingin
segera memanggilnya kembali ke dalam jiwa ini
Derasnya hujan
menebarkan suara nan syahdu
Mengingatkanku
pada kenangan masa lalu
Kenangan diri yang begitu ku rindu
Bersama dengan
teman berhijrah dengan semangat yang mengharu biru
Derasnya hujan
penuh dengan keberkahan
Jangan lewatkan
tanpa doa kebaikan
Agar Allah
kabulkan sesuai permintaan
Karena kita
yakin dua doa tak tertolak adalah diantara adzan dan iqomah juga saat hujan
Oleh karenanya
derasnnya hujan jangan kita resahkan
Harusnya kita
syukuri kapanpun ia datang
Karena ia
adalah sumber rahmat dari Allah yang penyayang
Kalaupun ada
kerusakan itu karena ulah manusia yang sudah berlebihan
LIHAT HATI KITA
Mari coba lihat hati kita
Cenderung
pada siapakah dia
Pada dunia
dengan segala isinya
Atau cenderung
pada akhirat sana
Dengan segala
kenikmatannya
Mari coba lihat hati kita
Ia tak
sekedar organ tubuh biasa
Ia tolak
ukur baik buruknya organ lainnya
Jika kondisi
nya buruk menimpa
Maka berujung
pada sulitnya masuk sang cahaya
Mari coba lihat hati kita
Penyakit hatilah
yang menutupi cahaya yang masuk
Penyakit hatilah
yang menutupi membuat ia terkadang membusuk
Mari berupaya
berzikir dan bertaubat dengan khusuk
Agar sang
cahaya keimanan dapat kita rengkuh dan kita peluk
Mari tak hanya melihat hati saja
Berikhtiarlah
merawatnya
Berdoalah
terus kepadaNya
Agar Ia kan
menjaganya
Wahai Dzat
yang membolak balikkan hati hamba-hambaNya
Teguhkan
hatiku pada agamamu dan segala kebaikannya
PINGIN NYANTRI TERUS
Setiap bertemu
tanggal 22 Oktober, hati ini ingin mengenang masa-masa pertama berhijrah. Iya meskipun
tak pernah menjadi santri sebuah pesantren besar dalam waktu yang lama secara
resmi, tapi ikut merasakan nikmatnya menjadi santri kilat ataupun santri secara
informal.
Pernah suatu
ketika ibu ditanya tetangga, dan ini bukan pertanyaan yang pertama kali. “mbak
mondok dimana budhe!” begitu kira-kira pertanyaan tetangga saya ketika
mengetahui saya ketika pulang ke rumah memakai baju muslimah yang lebih rapi
dengan jilbab yang lebih panjang dari biasanya. Atau pertanyaan lain, wah mbak
sekolah sambil mondok ya?! Dengan santai ibu menjawab, mondok di asrama /
kontrakan kampus.
Benar yang
dijawab oleh ibu saya, saya tidak pernah mondok secara resmi di sebuah
pesantren besar, padahal cita-cita saya sejak SD saya ingin mondok di GONTOR
namun apa daya belum kesampaian. Namun keinginan belajar islam tidak pupus meskipun tidak mondok di pondok besar. Saya tetap
bisa belajar islam dilingkungan kampus termasuk d asrama dimana saya tinggal
saat kuliah dulu.
Semangat belajar
islam mulai tumbuh ketika saya SMA, mengikuti kajian di estrakurikuler adalah
kegiatan mingguan saya disela-sela belajar akademis. Dari situlah saya baru
memahami pentingnya memahami islam lebih dalam. Akhirnya sayapun mantap
berhijrah di saat SMA kelas 2. Salah satu ciri khas saya berhijrah selain dari
semangat belajar islam tinggi adalah semakin rapinya baju mulsimah yang saya
kenakan. Bahkan seragam sekolahpun sengaja “didedel” (dilonggarin) agar lebih
longgar ditambah jilbab yang semakin lebar. Hingga tetangga mengira saya
sekolah di Madrasah Aliyah, padahal sekolahnya di SMA Negeri. Tapi dari situlah
anugerah terindah saya bisa berhijrah.
Tentu saja tidak
sampai disini, semangat membara belajar islam terbawa hingga saya kuliah
disebuah perguruan tinggi negeri di kota pahlawan. Dari sinilah semakin luas washilah untuk menambah wawasan keislaman
saya. Selain gemblengan di asrama
dimana saya tinggal, juga ada pondok tak jauh dari kampus dimana saya bisa bisa
belajar bahasa arab, tahsin tilawah
dan hafalan. Selain itu juga sering mengikuti pesantren kilat dalam bentuk daurah dsb.
Masya allah
kalau mengingat masa itu rasanya ingin terus nyantri. Meskipun sampai sekarang
masih bersemangat “nyantri” virtual namun rasa-rasanya semangat awal hijrah
berbeda dengan semangat sekarang. Tapi memang berkumpul dengan orang sholeh itu
wajib kita cari dimanapun kita berada dan di usia berapapun kita. karena
merekalah yang akan mengingatkan kita manakala kita sudah lepas dari jalur
kebenaran. Yuk nyantri!
Jumat, 25 September 2020
JUMAT MULIA
Jumat mulia mari kita istighfar
Memohon ampunan atas segala salah dan dosa
Menyelesaikan masalah yang tak bisa tersolusikan oleh kasat mata
Jumat mulia mari kita berdzikir
Mengingat Allah dengan segala kenikmatannya
Mengingat Allah dengan segala kebesaranNya
Memuji kemuliaan dan keberadaanNya
Menjadikan Dia satu-satunya Rabb kita
Jumat mulia mari kita banyak berdoa
Meminta keselamatan dunia akhirat kita
Meminta kesehatan serta kekuatan fisik kita
Meminta kejayaan islam nan mulia
Meminta keberkahan hidup kita
Jumat mulia mari kita baca al kahfi
Karena ia kan menjadi cahaya
Antara jumat ini dengan jumat yang akan datang
Jumat mulia mari kita banyak sedekah
Sebab ia kan menjadi penolong kita
Dari segala marabahaya dan tipu daya
Jumat mulia mari kita bersih diri
Kala kuku harus mulai dirapikan
Kala rambut harus segera di potong
Kala bersih rumah harus segera diperhatikan
Kamis, 17 September 2020
KEUTAMAAN HARI JUMAT
HARI Jumat bagi umat muslim merupakan
hari yang mempunyai banyak keutamaan-keutamaan. Maka tidak heran jika hari
Jumat menjadi hari yang sangat istimewa dalam Islam. Selain itu hari Jum’at merupakan hari yang
paling utama (afdhal) dari semua hari
dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan
hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat
terdahulu. Dan berikut adalah alasan mengapa jumat adalah hari istimewa:
Pertama, Hari
paling baik.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
bahwa rasulullah SAW berkata, “Hari
paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat, pada hari
itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga,
serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari
tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap
Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya,”
(HR. Muslim). Allahu A’lam.
Kedua, Wafat
pada malam hari Jumat atau siangnya adalah tanda husnul khatimah.
Dan balasan husnul khatimah ini salah
satunya adalah, dibebaskan dari fitnah (azab) kubur. Diriwayatkan oleh Ibnu
Amru , bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap
muslim yang mati pada siang hari Jumat atau malamnya, niscaya Allah akan
menyelamatkannya dari fitnah kubur,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Ketiga, Hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada
hari Jum’at.
Nah, selain hari dimana manusia
pertama dilahirkan, ternyata hari jumat juga hari dimana dunia akan berakhir. Oleh
karena itu karena kiamat makin dekat maka ayo kita tingkatkan taat kita pada
Allah ta`ala.
Keempat
Salah
satu keberkahan hari Jum’at, bahwa di dalamnya terdapat waktu-waktu
dikabulkannya do’a.
Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu
yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu
kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Dan Abu Hurairah berkata Rasulullah SAW bersabda:
“ Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat
waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon
sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.
Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu
itu,” (HR. Muttafaqu Alaih). Dalam riwayat lain waktu dikabulkan doa adalah
: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana
ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai
selesainya shalat. Kedua, sesudah ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat
dari dua pendapat tadi,” (Zadul
Ma’ad Jilid I/389-390). Nah, dari penjelasan di atas, jangna sampai terlewat
sedetikpun untuk tidak berdoa ya sobat. Sangat disayangkan jika hari jumat kita
memanfaatkan sama sekali untuk meminta pada Rabb kita.
Kelima, Sedekah
pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan
sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding
bulan-bulan lainnya.” Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu
lebih mulia dibanding hari-hari selainnya,” (Mauquf Shahih). Oleh dari itu
maka jangan sampai terlewat sedekah ya sobat. Meskipun hanya sedikit secara
nominal, tapi insya Allah besar dimata Allah dan yang membutuhkan. Jika tidak
bisa juga, maka sungguh senyum dan tennaga pun juga bisa disedekahkan.
Keenam,
Orang yang berjalan untuk shalat Jumat akan mendapat pahala untuk tiap
langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.
Aus bin Aus berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian bersegera berangkat
menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap
langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun,
dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah,” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan,
dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).
Ketujuh,
Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di surga.
“Bagi
orang-orang yang berbuat baik, adalah pahala yang terbaik (surga) dan
tambahannya (kenikmatan melihat Allah) QS: Yunus:26.”
Kedelapan,
Hari agung yang ada dan berulang di setiap pekan.
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “Hari ini adalah hari besar
yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat
Jumat hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah).
Kesembilan,
Hari dimana dihapuskannya dosa-dosa.
Dari Salman Al Farisi, Rasulullah SAW
bersabda, “Siapa yang mandi pada hari
Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu
berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk
dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah,
niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat,” (HR. Bukhari).
Karena melihat keutamaan hari jumat,
maka menjadikan semangat buat kita sobat muslim semua, tidak melewatkan setiap
hari jumat kecuali dengan amal-amal yang yang dianjurkan oleh Allah ta`ala.
Ibaratnya jika kita kita mengerjakan di hari lain nilainya satu, maka di hari
jumat Allah kan gandakan. Jadi sayangkan terlewatkan. Wallahua`lam.









