Tampilkan postingan dengan label hikmah dan nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah dan nasehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2020

Memotong kuku pun ada adabnya


 Islam agama yang syamilan mutakamilan. Mengajarkan kepada umatnya secara menyeluruh. Namun tidak semua umatnya melakukan dengan sempurna. Hingga sampai apapun diajarkan dalam islam.

Termasuk dalam hal sederhana memotong kuku. Ternyata Islampun mengajarkan demikian. Perkara sederhana atau perkara kecil menurut kita. Tapi bagi Allah tidak ada yang kecil, semua hal yang dilakukan hambanya bisa bernilai ibadah dan berujung berkah. 

Seperti memotong kuku ini, bagi sebagian orang Islam sendiri ketika mau memotong kuku ya tinggal motong aja. Tidak ada yang perlu dipikirkan. Tapi ternyata tidak, memotong kuku pun ada aturannya. Dan aturan ini bagian dari sunnah yang pernah dicontohkan oleh rasululloh. 

Jika kita mengaku ummat rasululloh maka sudah selayaknya hal yang dicontohkan Rasululloh harusnya dikuti oleh umatnya, kita. Rasululloh sebagai teladan ummat Islam mencontohkan banyak hal. Tak hanya pahala yang kita dapatkan tapi keberkahan hidup insya Allah kan kita dapatkan. Insya Allah berujung pada syafaatnya diyaumil akhir kelak. Mari kita ikuti sunnah nya. 

Minggu, 01 November 2020

Ya Rasululloh


 

Alangkah indahnya hidup ini

Andai dapat ku tatap wajahmu

Kan pasti mengalir air mataku

Kena pancaran ketenaganmu

Alangkah indahnya hidup ini

Andai dapat ku kecup tanganmu

Moga mengalir keberkahan dalam diriku

Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya rasululloh ya habiballih

Tak pernah kutatap wajahmu

Ya rasululloih ya habiballoh

Kami rindu padamu

Allohumma sholli ala Muhammad, Ya ra robbi sholli alaihi wasallim

 

(Raihan)

 

Syahdu nian mendengar lantunan dari  grup nasyid Raihan Malaysia ini.  Liriknya menggugah jiwa – jiwa nan kerdil dan miskin pengamalan sunnah ini. semakin diselami perjalanan kisahmu ya nabiyulloh, maka semakin diri ini merasa jauh dari nilai- nilai akhlak yang kau contohkan.

Akhlakmu yang bagaikan Alquran berjalan begitu Sayyidina Aisyah menuturkan, maka tak bisa dipungkiri engkaupun  di percaya tak hanya para sahabatmu wku itu bahkan oleh para musuhmu pula. Bagaimana kami bisa meneladani segala perangai mu yang mulia, sedangkan  kami masih suka memilah dan memilih yang kami sukai. Nah bagaimana pula kami bisa ittiba` padamu ya rasul, sedangkan kami masih menutup sebagian hati kami sehingga tidak terbuka lebar utuk mengamalkan sunnahmu.

Kami merasa malu ya rasul, ingin di akui sebagai umatmu namun kami masih tak jua bertekad meneruskan perjuanganmu. Kami malu pula ya rasul , ingin mendapat syafaatmu, tapi kamipun jarang mengamal sholawat atasmu.

Wahai rasululloh  bila ingat kisah perjuanganmu menegakkan dien ini, maka kutahu betapa besar pengorbananmu. Torehan sejarahpun tak mampu menggambarkannya. Izizn kan kami mendapat syafaat mu kelak di yaumil akhir.

Selasa, 27 Oktober 2020

Sebuah Puisi: Ya Rasululloh

 

                                                                    pict: by google

 

Ya Rasululloh….

Manusia Agung kekasih ilahi

Manusia pilihan dengan wajah berseri

Bagaikan purnama di malam hari

Yang terus bersinar menyinari bumi

 

Ya Rasululloh…..

Dalam Mengenangmu menyusuri lembar sejarah nang agung

Kami sadari Betapa pahit dan getirnya engkau berjuang

Membawa cahaya kebenaran yang terang

Untuk umatmu yang kadang lalai dan terlalu bersenang-senang

 

Ya Rasulalloh…

Engkau menaburkan benih cinta kepada kami

Melalui pengorbanan yang tak kenal henti

Melalui derita yang luarbiasa kau alami

Demi tertegaknya dienul islam tercinta ini

 

Ya Rasulalloh…..

Tergambar akhlakmu nan indah

Seperti Alquran suci  nan berkah

Segala tindakan dan perbuatanmu adalah sunnah

yang menjadikan islam menjadi indah nan penuh izzah

 

Ya Rasullalloh….

Kami kan coba mengamalkan sunnahmu

Kami kan sambung segala perjuanganmu

meskipun kami sering jatuh pada dunia yang semu

namun terimalah kami sebagai umatmu

 

 

Minggu, 25 Oktober 2020

DAN SURGA ITU ADALAH IBUKU


 

Sebening tetesan embun pagi

Secerah sinarnya mentari

Bila ku tatap wajahmu ibu

Ada kehangatan di dalam hatiku

 

Air wudhu selalu membasahimu

Ayat suci selalu dikumandangkan

Suara lembut penuh keluh dan kesah

Berdoa untuk putra putrinya

 

Oh ibuku engkaulah wanita

Yang ku cinta selama hidupku

Maafkan anakmu bila ada salah

Pengorbananmu tanpa balas jasa

 

Ya Allah ampuni dosanya

Sayangilah seperti menyayangiku

Berilah ia kebahagiaan

Di dunia juga di akhirat

 

NASYID : by Sakha

Mendengar lantunan nasyid by Sakha, kembali membuncahkan perasaan sedih kala mengingat bagaimana perjuangan dan pengorbanan ibu. Apalagi dikala Hujan rintik membasahi bumi Nya ini, maka semakin lengkaplah mengajak ku mengingat kembali masa kecilku yang penuh kenangan. Sungguh ini menjadi sebuah sajian epik yang membuatku tak kan pernah mau melupakan kenangan indah itu. Iya kenangan bersama ibuku.

Aku yang Alloh takdirkan menjadi anak terakhir dikeluargaku. Dan ternyata peristiwa kelahiranku menjadi kelahiran yang paling sulit dan paling sakit dibandingkan dengan saudaraku. Betapa ku tak bisa menahan air mata jikalau ayah dan ibuku bercerita tentang hari lahirku. Bukan cerita letihnya, payahnya, lelahnya aku dibawa kemana-mana, ke pasar untuk belanja, karena ibuku pedagang, juga ke ladang dengan kondisi panas nan terik. Namun ayah terutama lebih sering bercerita Disaat hari tiba kelahiranku, ibu kesakitan amat sangat, karena susahnya mengeluarkan aku dengan ukuran BB ku diatas rata-rata bayi normal pada umumnya. Tidak bisa bayangkan, betapa perjuangan ibu saat itu luar biasa antara hidup dan mati, hingga yang menolong kelahiran bayi pun angkat tangan. Akhirnya ayahpun memutuskan untuk menbawa ke rumah sakit. Namun Alloh menakdirkan ku lahir dirumah, mobil yang akan membawa ibuku datang ternyata perjuangan tanpa lelah ibuku mampu mengeluarkan bayi besar itu yaitu aku. Ya Rabb…..nyesek  L

Ah… ketika aku jadi ibupun semakin membuat aku merasakan betapa perjuangan melahirkan anak itu nyawa taruhannya. Seorang manusia normal hanya mampu menahan rasa sakit hingga sekala 45 Dels (skala sakit). Selebihnya ia bisa pingsan karena tak mampu menahan sakit yang berlebih. Namun Saat melahirkan, seorang ibu rata-rata mengalami sakit dengan skala sampai 57 Dels. Artinya apa? Perjuangan dan pengorbanan mereka sangatlah hebat hanya untuk melahirkan anak-anaknya. Ya Alloh …..memang layak lah dia disebut pahlawan.

Belum lagi perjuangan beliau ketika membesarkan kami, jika ku mengingatnya kembali. Ya Alloh …. Makanya benarlah Kau titipkan surga itu ditelapak kakinya. Ia yang tak kenal lelah mendampingi tumbuh kembang kami, ia yang tak pernah payah membekali ilmu kepada kami bertiga dengan segala daya upaya nya. Terutama aku, diantara kakak-kakak ku aku merasa akulah yang paling merepotkan ayah dan ibuku. Bagaimana tidak biaya yang ditanggung mereka untuk menyekolahkan aku hingga bisa kuliah di 2 universitas negeri tentu tak sedikit. Paling aku ingat saat aku pulang pekanan dari kos ku, ibu adalah orang yang paling sibuk menyiapkan makanan kesukaanku. Hingga saat ini meskipun aku sudah berkeluarga. Dan iapun paling sibuk menanyakan esok berangkat balik ke kampus butuh biaya berapa. Dan kalaupun tidak ada berusaha mengadakan dan tenang dihadapanku. Ya Alloh....nyesek lagi kalo ingat ini.  Kembali jika mengenang perjuangan beliau maka Jikalaupun ada jutaan tinta yang siap untuk dipakai menulis bagaimana perjuangan ibu bersama ayah maka aku tak akan mampu menulisnya.

Ibu, sesungguhnya engkau adalah syurgaku. Aku masih belum ber birrul walidain dengan ihsan (baik) kepadamu juga ayah.  Aku haqqul yakin ketika aku berbakti kepadamu ibu dan juga ayah maka sebenarnya aku sedang membangun dan membuka jalan ke syurga. Masih hangat diingatanku bahwa sesungguhnya keridhoan Allah SWT itu ada pada ridhonya ayah dan ibu, dan kemurkaan Allahpun ada pada murkanya engkau wahai ibu.

Alloh terus mengingatkan aku terus,  didalam agamaku pengulangan perintah berbakti kepada mereka digandengkan dengan ayat perintah untuk mentauhidkan Nya. Tentu ini  menunjukkan begitu pentingnya kedudukan berbakti terhadap mu ibu da juga ayah. Sebagaimana Alloh mengingatkan  dalam firman Nya :

 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra’: 23)

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”.  (An-Nisa’:36).

Dan sungguh ini menjadi catatan penting dalam perjalanan hidupku. Bahwa aku harus benar-benar mengutamakan bakti ini padamu ibu dan juga ayah. Bahkan kemarin baru ku dengar seorang berbicara bahwa durhaka itu termasuk dosa paling besar urutan kedua, maka jikalau kau tidak melakukan ibadah wajib maka batalkan ibadah sunnah mu untuk sekedar menjawab panggilan ibu. Ya Alloh padahal kadang masa kecilku termasuk aku suka cuek jika ibu panggil. Dan Rasululloh panutanku pun juga mengisahkan juga menyampaikan seperti ini:

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

Betapa hadist tersebut diatas menempatkanmu ditempat yang mulia ibu. Alhamdulillah Alloh karuniakan engkau umur yang panjang hingga kini kau masih membersamai kami, insya Alloh kami akan menjaga engkau ibu dan juga ayah. Sesungguhnya engkaulah pahlawan itu ibu dan juga ayah. Kasih sayangmu tak lekang oleh teriknya matahari, namun kasih sayang kami yang masih sepanjang galah ini semoga akan terus kami semai. Karena sesungguhnya juga letak kebarokahan Alloh itu ada padamu ibu. Masya Alloh,. Semoga Alloh kelak mengumpulkan kita dijannahNya yang paling tinggi. Amien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puisi : Tentang Pandemi



Tentang pandemi

Dan sebuah ketidakpastian

Kapan ia kan berakhir

Kapan ia kan lepas menjadi hantu buat manusia


Tentang pandemi

Sebenarnya kami harus banyak di rumah untuk siaga

Tapi apa daya 

Kebutuhan ekonomi mulai mendera

Mengajak kami kembali ke gelanggang arena


Tentang pandemi

Sebenarnya Allah siapkan hikmah

Disertai rahmat yang melimpah

Tapi sedikit dari kita yang sadar sesuatu yang berkah

Sehingga kita merasa aman diluar rumah


Tentang pandemi 

Sungguh kami berdoa

Agar ia pergi menjauh dari dunia

Dan tak kembali lagi menyapa kami semua

Tapi entah kapan ia kan benar-benar pergi menjauh kesana

Tentang pandemi

Sebenarnya kami sudah lelah dan bosan

Tapi kami coba berikhtiar dan bertahan

Di tengah ketidakpastian

Kapan ia kan pergi menjauh dari kehidupan




Kamis, 22 Oktober 2020

SAAT HUJAN DATANG

 



Derasnya hujan menghampiri diri

Membawa diri kembali kepada berjuta mimpi

Yang pernah terukir didalam hati dan juga sanubari

Ingin segera memanggilnya kembali ke dalam jiwa ini

 

Derasnya hujan menebarkan suara nan syahdu

Mengingatkanku pada kenangan masa lalu

Kenangan diri yang begitu ku rindu

Bersama dengan teman berhijrah dengan semangat yang mengharu biru

 

Derasnya hujan penuh dengan keberkahan

Jangan lewatkan tanpa doa kebaikan

Agar Allah kabulkan sesuai permintaan

Karena kita yakin dua doa tak tertolak adalah diantara adzan dan iqomah juga saat hujan

 

Oleh karenanya derasnnya hujan jangan kita resahkan

Harusnya kita syukuri kapanpun ia datang

Karena ia adalah sumber rahmat dari Allah yang penyayang

Kalaupun ada kerusakan itu karena ulah manusia yang sudah berlebihan

 

 

LIHAT HATI KITA

 



 

Mari coba lihat hati kita

Cenderung pada siapakah dia

Pada dunia dengan segala isinya

Atau cenderung pada akhirat sana

Dengan segala kenikmatannya

 

Mari coba lihat hati kita

Ia tak sekedar organ tubuh biasa

Ia tolak ukur baik buruknya organ lainnya

Jika kondisi nya buruk menimpa

Maka berujung pada sulitnya masuk sang cahaya

 

Mari coba lihat hati kita

Penyakit hatilah yang menutupi cahaya yang masuk

Penyakit hatilah yang menutupi membuat ia terkadang membusuk

Mari berupaya berzikir dan bertaubat dengan khusuk

Agar sang cahaya keimanan dapat kita rengkuh dan kita peluk

 

Mari tak hanya melihat hati saja

Berikhtiarlah merawatnya

Berdoalah terus kepadaNya

Agar Ia kan menjaganya

Wahai Dzat yang membolak balikkan hati hamba-hambaNya

Teguhkan hatiku pada agamamu dan segala kebaikannya

PINGIN NYANTRI TERUS

 

Setiap bertemu tanggal 22 Oktober, hati ini ingin mengenang masa-masa pertama berhijrah. Iya meskipun tak pernah menjadi santri sebuah pesantren besar dalam waktu yang lama secara resmi, tapi ikut merasakan nikmatnya menjadi santri kilat ataupun santri secara informal.

Pernah suatu ketika ibu ditanya tetangga, dan ini bukan pertanyaan yang pertama kali. “mbak mondok dimana budhe!” begitu kira-kira pertanyaan tetangga saya ketika mengetahui saya ketika pulang ke rumah memakai baju muslimah yang lebih rapi dengan jilbab yang lebih panjang dari biasanya. Atau pertanyaan lain, wah mbak sekolah sambil mondok ya?! Dengan santai ibu menjawab, mondok di asrama / kontrakan kampus.

Benar yang dijawab oleh ibu saya, saya tidak pernah mondok secara resmi di sebuah pesantren besar, padahal cita-cita saya sejak SD saya ingin mondok di GONTOR namun apa daya belum kesampaian. Namun keinginan belajar islam tidak pupus  meskipun tidak mondok di pondok besar. Saya tetap bisa belajar islam dilingkungan kampus termasuk d asrama dimana saya tinggal saat kuliah dulu.

Semangat belajar islam mulai tumbuh ketika saya SMA, mengikuti kajian di estrakurikuler adalah kegiatan mingguan saya disela-sela belajar akademis. Dari situlah saya baru memahami pentingnya memahami islam lebih dalam. Akhirnya sayapun mantap berhijrah di saat SMA kelas 2. Salah satu ciri khas saya berhijrah selain dari semangat belajar islam tinggi adalah semakin rapinya baju mulsimah yang saya kenakan. Bahkan seragam sekolahpun sengaja “didedel” (dilonggarin) agar lebih longgar ditambah jilbab yang semakin lebar. Hingga tetangga mengira saya sekolah di Madrasah Aliyah, padahal sekolahnya di SMA Negeri. Tapi dari situlah anugerah terindah saya bisa berhijrah.

Tentu saja tidak sampai disini, semangat membara belajar islam terbawa hingga saya kuliah disebuah perguruan tinggi negeri di kota pahlawan. Dari sinilah semakin luas washilah untuk menambah wawasan keislaman saya. Selain gemblengan di asrama dimana saya tinggal, juga ada pondok tak jauh dari kampus dimana saya bisa bisa belajar bahasa arab, tahsin tilawah dan hafalan. Selain itu juga sering mengikuti pesantren kilat dalam bentuk daurah dsb.

Masya allah kalau mengingat masa itu rasanya ingin terus nyantri. Meskipun sampai sekarang masih bersemangat “nyantri” virtual namun rasa-rasanya semangat awal hijrah berbeda dengan semangat sekarang. Tapi memang berkumpul dengan orang sholeh itu wajib kita cari dimanapun kita berada dan di usia berapapun kita. karena merekalah yang akan mengingatkan kita manakala kita sudah lepas dari jalur kebenaran. Yuk nyantri!


Jumat, 25 September 2020

JUMAT MULIA

 

 

Jumat mulia mari kita istighfar

Memohon ampunan atas segala salah dan dosa

Menyelesaikan masalah yang tak bisa tersolusikan oleh kasat mata

 

Jumat mulia mari kita berdzikir

Mengingat Allah dengan segala kenikmatannya

Mengingat Allah dengan segala kebesaranNya

Memuji kemuliaan dan keberadaanNya

Menjadikan Dia satu-satunya Rabb kita

 

Jumat mulia mari kita banyak berdoa

Meminta keselamatan dunia akhirat kita

Meminta kesehatan serta kekuatan fisik kita

Meminta kejayaan islam nan mulia

Meminta keberkahan hidup kita

 

Jumat mulia mari kita baca al kahfi

Karena ia kan menjadi cahaya

Antara jumat ini dengan jumat yang akan datang

 

Jumat mulia mari kita banyak sedekah

Sebab ia kan menjadi penolong kita

Dari segala marabahaya dan tipu daya

 

Jumat mulia mari kita bersih diri

Kala kuku harus mulai dirapikan

Kala rambut harus segera di potong

Kala bersih rumah harus segera diperhatikan

 

 

 

 

Kamis, 17 September 2020

KEUTAMAAN HARI JUMAT


 

HARI Jumat bagi umat muslim merupakan hari yang mempunyai banyak keutamaan-keutamaan. Maka tidak heran jika hari Jumat menjadi hari yang sangat istimewa dalam Islam.  Selain itu hari Jum’at merupakan hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Dan berikut adalah alasan mengapa jumat adalah hari istimewa:

Pertama, Hari paling baik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah SAW berkata, “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya,” (HR. Muslim). Allahu A’lam.

 

Kedua, Wafat pada malam hari Jumat atau siangnya adalah tanda husnul khatimah.

Dan balasan husnul khatimah ini salah satunya adalah, dibebaskan dari fitnah (azab) kubur. Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jumat atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 

Ketiga,  Hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.

Nah, selain hari dimana manusia pertama dilahirkan, ternyata hari jumat juga hari dimana dunia akan berakhir. Oleh karena itu karena kiamat makin dekat maka ayo kita tingkatkan taat kita pada Allah ta`ala.

 

Keempat  Salah satu keberkahan hari Jum’at, bahwa di dalamnya terdapat waktu-waktu dikabulkannya do’a.

Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’  Dan Abu Hurairah berkata Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu,” (HR. Muttafaqu Alaih). Dalam riwayat lain waktu dikabulkan doa adalah : “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi,” (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390). Nah, dari penjelasan di atas, jangna sampai terlewat sedetikpun untuk tidak berdoa ya sobat. Sangat disayangkan jika hari jumat kita memanfaatkan sama sekali untuk meminta pada Rabb kita.

 

Kelima, Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.” Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya,” (Mauquf Shahih). Oleh dari itu maka jangan sampai terlewat sedekah ya sobat. Meskipun hanya sedikit secara nominal, tapi insya Allah besar dimata Allah dan yang membutuhkan. Jika tidak bisa juga, maka sungguh senyum dan tennaga pun juga bisa disedekahkan.

 

Keenam, Orang yang berjalan untuk shalat Jumat akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah,” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

 

Ketujuh, Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di surga.

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, adalah pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah) QS: Yunus:26.”

 

Kedelapan, Hari agung yang ada dan berulang di setiap pekan.

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jumat hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah).

 

Kesembilan, Hari dimana dihapuskannya dosa-dosa.

Dari Salman Al Farisi, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat,” (HR. Bukhari).

Karena melihat keutamaan hari jumat, maka menjadikan semangat buat kita sobat muslim semua, tidak melewatkan setiap hari jumat kecuali dengan amal-amal yang yang dianjurkan oleh Allah ta`ala. Ibaratnya jika kita kita mengerjakan di hari lain nilainya satu, maka di hari jumat Allah kan gandakan. Jadi sayangkan terlewatkan. Wallahua`lam.