Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2020

Brownies sehat ala realfood


Sudah sepekan ini menjalankan pola  sehat dengan makan real food. Pertama mau ikut kelas ini saya sudah paham bahwa nanti bakalan bersabar tidak makan sembarangan. Tentu ini menjadi titik tolak saya dan suami melihat kembali isi piring makanan kami. 

Termasuk camilan atau snack, dengan sebuah tekad kami harus berusaha meninggalkan camilan kesukaan kami, seperti brownies yang menjadi makanan kesukaan saya.

Sedih awalnya, tapi ternyata dikelas ini luarbiasa tidak hanya menu makanan dan minuman sehat saja yang diajarkan, tapi juga camilannya. Saya yang suka sekali dengan brownies tidak lagi bersedih, karena sang mentor juga mengajarkan bagaimana membuat brownies sehat. 

Baru sepekan ikut kelas ini, saya sudah dua kali membuat nya. Selain rasanya yang tak kalah dengan brownies yang kita kenal, brownies realfood yang tanpa tepung ini sangat mudah didapat bahannya.

Bahan-bahan yang kita siap kan:

1.  1 sisir pisang kepok

2.  5 telor

3. 15 kurma

4. 5 coklat bubuk murni

6.  1 Ketela 

Cara membuatnya:

1.Kocok telur dengan garpu atau di mixer selama  10-15 menit

2.Lumatkan pisang, kurma, coklat dan ketela yang sudah direbus dengan blender dan 10 sendok air. Pakai food processor juga bisa. 

3.Masukkan pisang yang sudah lembut tadi ke adonan telur, aduk lagi.

4.Tambah 2 sendok VCO (Virgin coconut oil) 

5.Masukkan adonan ke loyang yang sudah di olesi VCO dan kukus. 

6. Setelah 20-30 menit brownies matang dan siap dinikmati. 

Saya baru juga paham, kalau membuat kue ternyata bisa juga tanpa memakai tepung. Alhamdulilah, program makan sehat ini sangat menyenangkan. Tidak membuat saya sedih karena masih bisa ngemil makanan kesukaan dengan bahan dan cara masak yang sedikit berbeda dari masak biasanya. 

Selamat mencoba, mohon doanya semoga kami istiqomah. 

Selasa, 03 November 2020

Review kelas online: kelas sehat ala bunda wulan


Alhamdulilah, 3 hari sudah merasakan sensasinya berada dikelas para pejuang makan sehat. Bunda wulan mendefinisikan bahwa makan sehat adalah makan yang masih "real food" Tidak terlalu banyak pengolahan. Apalagi ketika pengolahan banyak diberi tambahan zat aditif, MSG atau atau zat lain nya.

Tentunya kita semua tahu jika pengolahannya saja kurang tepat, otomatis nilai gizinya juga ber kurang. Nah terus bagaimana cara memasak makanan agar masih mengandung nilai gizi tinggi. Maka beliau mengajarkan dengan dipanggang, dibakar atau di makan mentah.

Bagaimana soal rasa? Tenang tak seserem yang saya bayangkan di awal. Beliau sudah mempraktekkan sendiri dan soal rasa insya Allah tidak hambar. Apalagi dalam kelas makan sehat ini jelas dilarang keras penggunaan garam, gula yang biasa kita pakai pengganti MSG. Nah ternyata si gula garam pun tidak boleh. 

Nah terus pengganti gula garam penambah kelezatan makanan apa dong? Yup, beliau memberikan resep bumbu-bumbu masakan tersebut dengan perasan jeruk nipis/lemon. Masya Allah laziiiz teman-teman. 

Nah soal jadwal bagaimana? Yup jadwal di mulai jam 03.00 pagi sudah minum air Putih, shalat subuh minum air jeruk, di lanjut minum rempah. 
Jam 06.30, sarapan. Sarapan ini adalah perpaduan antara sayur dan buah. 

Apakah Ada camilan atau snack? Jangan kawatir ada, dan bunda sudah mencobanya jadi tidak kawatir lagi, buat yang suka nyemil. Nah cemilannya bagaimana? Tentu masih real food ya, kalaupun cake pun juga begitu. Dan yang paling mudah adalah kukusan singkong, ketela atau kurma dan juga almond. 

Jadwal nyemil ini adalah jam 09.00 pagi dan 15.00 sore hari. Terus siang nya bagaimana? Tenang masih boleh makan berat kok. Tapi nasi Putih nya diganti nasi jagung atau kentang. Malam hari bagaimana? Tetap ada makan malam dengan jus buah dan sayur yang dikombinasi. 

To be continued