Tampilkan postingan dengan label Pandemi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandemi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2020

Multitasking seorang ibu dimusim daring


 Sobat sekalian bagaimana kabarnya? Oh ya gimana kabar pembelajaran via daring di rumah? Alhamdulillah semoga senantiasa diberi kemudahan oleh Allah SWT berikhtiar menuntut ilmu di tengah kondisi pandemi, dengan segala keterbatasan. 

Meskipun beberapa kota sudah diperbolehkan belajar dengan tatap muka oleh satgas covid masing-masing kabupaten kota karena masuk zona kuning. Tapi tentu saja masih terbatas siswa SMA/SMK dan yang baru akan di mulai adalah SMP dan SD. Untuk TK tentu saja belum.

Pembelajaran di rumah menuntut para orangtua untuk meningkatkan kemampuan menguasai akademis anak-anak mereka. Meskipun mereka tidak ada latarbelakang pendidikan seorang guru. Bagaimana tidak, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu belajar mereka bersama orangtua. 

Meskipun guru-guru mereka juga tetap melakukan KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) tapi dengan sistem daring terkadang ada kendala untuk siswa belum bisa dengan leluasa bertanya atas kesulitan mereka pada bapak ibu gurunya.

Otomatis yang terdekat dari mereka adalah orangtua. Oleh karenanya orangtua harus benar-benar berikhtiar untuk bisa mendampingi ananda dengan segala keterbatasan dan kemampuan pula. Bagaimana jika anak-anak mereka dirumah berbeda jenjang. Nah ini yang menuntut peran lebih berat bagi orang tua. 


Peran itu adalah kapan menjadi guru SD kapan pula menjadi guru TK serta jenjang lainnya. Dan ini tentunya sangat dituntut kemampuan multitaskingnya seorang ibu. Yang dirasa tentu lebih berat karena orangtua disamping kewajiban-kewajiban nya yang lain tetap harus bisa mendampingi anak-anak mereka semua. Dan terlebih biasanya adalah seorang ibu yang mempunyai peran utama mendidik anak-anak ini. 

Teringat sebuah nasehat yang mendalam, 

"Ibu adalah madrasah pertama anak-anak mereka"

Saat ini adalah saat yang paling utama bagi seorang ibu untuk menerapkan nasehat tersebut. Ibu mendidiknya dan ayah adalah kepala sekolah nya. 


Senin, 16 November 2020

Berbenah- Berbahagia

 



Syukur Alhamdulillah Allah pertemukan saya dengan beberapa kelas online yang sangat bermanfaat untuk Saya dan keluarga. Ini salah satu hikmah dibalik pandemi. 


Salah satu kelas online yang sungguh besar dampaknya dalam kehidupan kami adalah kelas berbenah. Kali pertama saya ikut Kelas Berbenah Sadis batch 7 (KBSE7) yang nabok banget terkait meminimalisir kepemilikan barang dan berbenah fisik rumah, lanjut ke tingkat Intermediate (KBSI3) yang diajarin bagaimana membenahi pola management waktu dan keuangan kita. Sampe sekarang masih rajin nih nyatat pengeluaran dan pemasukan. 


Karena sadisnya malah jadi ketagihan para peserta. Sadis disini maksudnya adalah sangat disiplin ya man teman. Karena 3 Kali mendapat nilai 0 saja karena tidak absen atau telat dan bahkan apalagi tidak mengerjakan tugas maka akan tereliminasi.


Dan kini saya dan teman-teman sedang menikmati menimba ilmu di level advanced yaitu KBSA (Kelas Berbenah Sadis Advanced) #batch1. Belajar tentang apa sih? Kami sedang diajari banyak tentang manajemen hati dan pikiran. 


Saya dan teman-teman terus berjuang agar sampai wisuda kelulusan karena akan mendapat ilmu yang holistik jika sampai lulus. Meski tugasnya banyak banget, tapi karena sudah di mindset positif maka kami pun berusaha tetap mengerjakan. 


Sebelum ikut KBSA1 ini bagaimana? Ya Allah malubange😎..banyak banget kesalahan-kesalahan yang saya lakukan terutama pada para bocah dirumah. Jadi suara dengan nada naik turun tak karuan,masih kerap datang menghampiri mereka. 

Sekarang alhamdulillah setelah mindset dibenerin, hati ditenangin sedang berjuang cukup 1 oktaf saja.


Hal yang paling saya suka di Kelas online kece ini adalah praktiknya. Meskipun online tapi kami diminta detail melaporkan setiap hari. Jadi alhamdulillah seperti KBS sebelum nya it's work banget. 

Apalagi sekarang ini kata-kata positive yang sering munculnya. Aha makanya Berbenah mendatangkan kebahagiaan. 😄


Sedangkan hal yang kurang disukai adalah jam pengumpulan tugas di waktu premier para emak ngantor di dapur. Yaitu jam 03:00-06:00, sehari tugas rutin 6 belum tugas tambahan. Alhamdulillah nya Allah ingat kan selalu sehingga saya ga pernah telat ngumpulin. 


Saran buat teh Rika Subana sebagai mentor suara nya yang kayak kapas yang merdu banget itu, di tambah volume nya terutama pas materi pagi. Dan lebih baik lagi kalau bentuk video. 


`Ala kulli hal saya sampaikan Terimakasih

Terimamasih

Terimakasih

banyak buat sang mentor Rika Subana dan para asmen keren teh Nunny Supriyani, mbak Resi Hira Ratu Regina dan mb Aprillia Indah P atas kesabarannya menerima tugas-tugas kami. 


Yuk man teman kita lulus bareng ya. Untuk teman-teman yang penasaran dengan KBS silakan kunjungi fanspage nya : Kelas Berbenah Sadis


#KelasBerbenahSadis

#KelasBerbenahSadisAdvanced

#KBSA1

Senin, 07 September 2020

Tetap di rumah atau ikutan Ambyar !

 

New normal menjadikan masyarakat dunia perlu banyak beradaptasi dengan dunia baru ini. Apakah mereka benar-benar berada atau menerapkan new normal dengan segala protokolernya, atau new normal ini menjadi symbolis saja karena masyarakat ingin kembali ke kehidupan sebelum pandemi.

Selama kurang lebih tiga bulan masyarakat kita luamyan anteng berada di rumah. Bagaimana dengan sekarang? Ketika pemerintah sudah menggaungkan era new normal? Ternyata banyak sekali masyarakat yang menyambut seruan ini gembiranya luarbiasa. Byuh mereka sepertinya sedang merasakan sebuah angin segar. Luapan rasa kebosanan akibat “dikurung 3 bulan” oleh masyarakat dirupakan macam-macam.

Ada yang mulai merancang liburan kemana, mengadakan acara kemana dan dimana. Destinasi wisata, yang awalnya di tutup pun kembali dibuka. Benar adanya ketika masa pandemi ini, pendapatan daerah atau swasta dari sektor wisata ini menurun drastis bahkan minus karena biaya perawatan tetap ada namun pemasukan tidak ada. Makanya ketika pemerintah menggaungkan era new normal, bahkan masih kasak kusuk saja mereka sudah siap memberi penawaran yang sangat menarik untuk calon konsumennya.

                                            Dok.Pribadi : Dlundung Mojokerto

Termasuk Hotel yang semula juga sepi kini sudah mulai memberikan tawaran cukup menarik dengan berbagai macam diskon, agar calon penggunanya semakin terpikat untuk menggunakan jasa hotel tersebut untuk mereka menginap, dengan tetap ada “embel-embel” dalam promosinya mengedapankan protokol kesehatan.

Bagaimana dengan pasar dan mall? Justru termasuk sektor yang pertama di buka oleh pemerintah adalah ini. Alasan pemerintah agar perekonomian Indonesia tidak drop,  dan perputaran roda perekonomian salah satunya adalah lewat jual beli di pasar atau pasar modern ini.

Apakah masih ada hal lain yang sudah normal di era new normal ini? Masih. Mulai dari jalanan yang kembali macet, kantor-kantor yang sudah tidak menerapkan work from home, sekolah yang sudah mulai kembali mengadakan pembelajaran tatap muka, rumah ibadah atau ibadah secara berkelompok yang sudah mulai normal kembali dll.

Nah, Ketika era new normal ini didengungkan pro kontra masyarakat tetaplah ada. Yang pro mereka mengatakan bahwa roda perekonomian ini bisa kembali berputra bila kehidupan kembali normal, asal masyarakat tetap menjaga kesehatan maka tetap aman. Nah yang kontra mengatakan, kenapa pemerintah lebih memikirkan perekonomian ketimbang kesehatan dan nyawa rakyatnya. Padahal semenjak new normal ini jumlah kasus rakyat yang terpapar makin banyak. Bahkan yang kontra menanyakan kecintaan pemerintah pada rakyatnya lebih besar atau lebih kecil dibandingkan pemilik modal itu. Wallahu a`lam.

Yang pasti kita lakukan adaah mari kita pikir lebih dalam baik buruknya untuk kita pribadi, keluarga dan orang yang kita cintai. Misal kerja sudah tidak work from home, ya mari kita minimalisir kerumunan atau  tetap jaga jarak. Kalaupun yang lainnya, masih kita bisa tunda dan selesaikan dengan minim interaksi ya mari kita upayakan. Misal belanja dengan system online, kalau tetap ingin jalan-jalan untuk refresh agar tetap bahagia, karena bahagia atau sennag adalah imunitas, ya kalau bisa jalan-jalan yang tidak perlu turun, atau memastikan tempat wisata itu tidak banyak kerumunan dsb. Semoga bermanfaat.

WFH Seorang muslimah

 

 

Era pandemi identik dengan banyak melakukan aktivitas di rumah saja.  Karena kondisi memang memaksa kita harus di rumah. Namun setiap orang berbeda menyikapi era pandemi ini. Seharusnya kita sebagai seorang muslimah harus tetap produktif meski di rumah saja. Berikut beberapa tips yang dapat di manfaatkan:


 

1.    Tetap professional bekerja.  

Kerja di rumah tidak menjadi alasan kita tidak bisa bekerja professional. Nah, ini menjadi tantangan tersendiri untuk kita. Karena suasana rumah kadang menyilaukan kita, melenakan kita, sehingga berkurang ke fokusan dank e profesionalankita. Oleh karenanya maka kita harus tetap mengusahakan diri agar tetap profesioanal dalam bekerja, sehingga tugas yang menjadi tanggung jawab kita selesai pada waktunya.

 

2.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah

Dahulu dikala kita sering sibuk kita sering berkilah, ah masih sibuk sholat kita lebih cepat, tilawah qurannya sedikit saja, dzikir secukupnya saja. Nah,saat work from home adalah saatnya golden time untuk memaksimalkan ibadah kita. Ada banyak pilihan yang bisa kita  maksimalkan selama WFH ini, yang mungkin saat kita normal bekerja di kantor kita merasa sulit melakukan. Misalnya, menaikkan target tilawah Alquran, melengkapi salat rawatib serta salat sunnah lainnya.

 

3.    Olahraga.

Musim pandemi seperti sekarang ini tidak menjadi alasan kita tidak berolahraga. Justru untuk meningkatkan daya tahan tubuh maka kita harus lebih banyak berolahraga. Jika dahulu kita masih alasan karena sedikitnya waktu, alasan kesibukan ini dan itu maka saatnya sekarang kita harus benar-benar memberikan sebagian porsi waktu kita untuk olahraga. Sebenarnya olahraga bisa didalam rumah dan tidak perlu keluar rumah, karena memang kita diharapkan di rumah saja. Cukup menggerakkan tubuh kita secara teratur berulang-ulang atau Kita dapat memanfaatkan video olahraga yang tersedia banyak di media sosial. Agar lebih seru, ajaklah keluarga. Jikalau sekarang marak sekali olahraga bersepeda, kita harus waspada, boleh bersepeda namun sebaiknya tidak berkerumun dan cari rute yang aman.

 

4.     Mencari ilmu.

Pembelajaran klasikal yang tidak diperbolehkan menyebabkan, munculnya metode baru dalam pembelajaran atau penyebaran ilmu yaitu melalui system online. Seminar online, kuliah online, pelatihan online, kajian online, dan lain sebagainya. Oleh karenanya Saatnya kita wahai muslimah memperbayak wawasan kita, dengan mencari ilmu sebanyak-banyaknya tanpa kita harus pergi ke sebuah tempat. Cukup sediakan kuota internet yang unlimited, cari yang berbayar ada yang gratisan pun tak kalah banyak. Tinggal menunggu kemauan kita, mau menambah ilmu atau tidak.

 

5.    Mengasah hobi

Sering kita berandai untuk bisa mengerjakan hobi kita di waktu luang, namun apa daya kadang tidak kesampaian karena terkendala waktu. Nah, kondisi pandemi yang meminta kita harus banyak dan tetap di rumah ini, memberi peluang kita mengasah hobi kita. Dahulu yang bisa masak hanya menu biasa, atau bisanya order via gofood, maka saatnya memasak menu yang tidak biasa, masak menu sehat dan spesial.  Hobi yang lain seperti menulis, dahulu merasa kesulitan untuk menulis karena kendala waktu, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk kembali mengasah literasi kita dalam dunia tulis menulis. Dan juga hobi lainnya, menjahit, berkebun dll.

 

6.    Bonding diri dengan keluarga

Ketika masa normal dahulu kita yang sibuk bekerja, banyak meninggalkan anak-anak di rumah, menyekolahkan mereka di sekolah  fullday, menitipkan mereka di daycare atau keluarga kita yang lain. Ataupun kita yang tak sibuk bekerja, kita banyak di rumah sedang anak-anak betebaran mencari ilmu hingga sore hari baru pulang ataupunmereka mondok tidak bisa pulang setiap saat. Maka saatnya sekarang mengencangkan kembali ikatan bersama keluarga. Anak belajar di rumah, didampingi orang tua, anak bermain dirumah bersama dengan orang tua. Alhmadulillah mari kita syukuri, ini hikmah yang didapat dari kondisi pandemi ini.

 

Nah, Muslimah kondisi pandemi ini mari kita ambil hikmahnya. Bukankah Allah menimpakan sesuatu pasti ada hikmah yang menyertainya. Maka bagi siapa yang berjuang ia akan mendapatkan lebih banyak kemenangan daripada siapa yang hanya tinggal diam yang akan banyak menikmati kekalahan. Oleh karenanya kondisi pandemi ini akan menghasilkan manusia-manusia yang berbeda. Mereka yang pejuang dan gigih menghadapi kenyataan atau mereka yang pecundang dan hanya diam merenungi nasih yang berkepanjangan. Semua tergantung bagaimana majamenen waktu, semangat memperbaiki diri.